Kemungkinan
besar seorang administrator jaringan tidak ingin dikomplain oleh banyak
orang karena alasan koneksi lambat. Padahal di sisi lain, bandwith yang
tersedia sudah cukup besar.
Solusi
dari masalah seperti ini adalah dengan memanajemen bandwidth.
Prinsipnya, bandwith tiap – tiap client dibatasi penggunannya. Bandwith
yang tidak dibagi secara merata menyebabkan koneksi di beberapa client
lain terasa lambat. Hal ini disebabkan adanya beberapa karakter pengguna
yang tidak sama antara satu dengan lainnya. Ada yang suka mengunduh (
biasanya menghabiskan bandwith), ada yang hanya mencari info (browsing),
ada yang melihat dan atau mengirim e-mail, dan ada juga yang hanya
sekedar chatting.
Queue
tree merupakan limit banwith yang cukup kompleks karena pelimitan dapat
dikelompokkan berdasarkan protokol, ports, atau kelompok IP address.
Sebelum melakukan pelimitan, anda harus menandai aliran menggunakan suatu tanda mangle (istilah
pada Mikrotik) agar paket tersebut dapat dikenal oleh queue tree. Hal
ini bertujuan membedakan paket yang downlink only atau uplink only
sehingga limit pada bandwith dapat bekerja optimal.
Pada
konfigurasi ini, semua client akan dibatasi dengan limit downlink
(antarmuka lokal) 128 kbps dan uplink (antarmuka publik) 64 kbps.
Sementara bandwith uplink untuk tiap – tiap client adalah 32 kbps dan
downlink 64 kbps.
Total downlink sebesar 128 kbps diperoleh dari besar downlink tiap client dikalikan dengan jumlah client.
Downlink = 64 kbps
Jumlah = 2
Total downlink = 64 x 2 = 128 kbps
Perhitungan di atas juga berlaku untuk uplink.
Konfigurasinya sebagai berikut:
Konfigurasi queue tree untuk client 1
1. Pada tahap konfigurasi queue tree, sebelumnya kita harus mengkonfigurasi mangle untuk client 1. Berikut perintahnya.
2. Kemudian setelah kita mengkonfigurasi mangle, kita akan melanjutkan konfigurasi queue tree untuk client 1. Berikut perintahnya.
Konfigurasi queue tree untuk client 2
3. Pada konfigurasi client 2 sama seperti konfigurasi client 1, sebelumnya kita harus mengkonfigurasi mangle untuk client 2. Berikut perintahnya.
4. Kemudian setelah kita mengkonfigurasi mangle untuk client 2, kita akan melanjutkan untuk mengkonfigurasi queue tree untuk client 2. Berikut perintahnya.
Emoticon Emoticon